- Hindari penggunaan nama fungsi yang familiar seperti IsValidSerialNumber(), Auth_Check(), FindDK47(), dll.
- Hindari penyimpanan script proteksi hanya dalam 1 buah file .dll atau .exe. Hindari pula deklarasi script proteksi hanya dalam 1 fungsi atau prosedur.
- Hindari penggunaan message box atau pesan yang menarik perhatian. Cukup diganti dengan simbol pada gui atau melakukan proses enkripsi message.
- Hindari penggunaan registri windows. Jika terpaksa maka berikut adalah trik-nya :
- Buat dalam beberapa key.
- Tambahkan proses enkripsi untuk mendecode informasi dari key tersebut.
- Hindari penggunaan identifier yang mudah dikenal.
- Hindari penggunaan *.ini dan *.reg, gunakan ekstensi seperti .sys maupun .vxd untuk file-file crusial.
- Hindari penyimpanan file .dll atau file-file crucial dalam folder windows/system.
- Hindari penggunaan runtime-limits 30 day trial. Karena mudah dimanipulasi. Hindari penggunaan timestamp dari sebuah file.
- Gunakan hyphenated Serial Number.
xxx-xxx-xxx-xxx
- Buat cracker bosan dan jenuh dengan cara membuat routines yang menggunakan math dan pengecekan fake (invalid values, invalid file, invalid etc), hal ini dilakukan untuk menghindari reversing jumps secara heuristik.
- Function 1 return 1
- Function2 return 2
- Function3 return 3
- Jangan membuat dokumentasi lengkap beserta spesifikasi dari daftar file-file yang digunakan dalam sistem.
- Gunakan enkripsi RSA/SHA/ECC untuk setiap deskripsi atau string yang digunakan dalam sistem. Gunakan enkripsi yang dimodifikasi.
- Gunakan CRC atau integrity checks seperti MD5.
- Pack file .exe dengan packer UPX.
- Buat perubahan di level ASM (bahasa mesin)
PENTING :
- Saat ini, kebanyakan algoritma enkripsi menggunakan key lebih dari 128 bit.
- MD4, MD5, dan SHA1Managed Hash Algorithm tidak dianjurkan. Gunakan SHA256Managed Hash Algorithm yang memiliki kapabilitas 256 bit.
- DES Algorithm (Symmetric Algorithm) tidak dianjurkan. Gunakan AES atau Rijndael yang memiliki kapabilitas key 128 bit, 192 bit dan 256 bit.
Advertisement
Filed under: Anti Reversing Technique, code, ECC, encryption, MD5, protect, RSA, SHA, SHA256Managed